Langsung ke konten utama

Komunitas Atap Langit (Koala)

Koala adalah singkatan dari Komunitas Atap Langit dan nama ini sudah familiar bagi anggotanya. Kemungkinan, nama ini terlahir disebabkan tempat diskusinya berada di atas coran kos-kosan dan langsung beratapkan langit. Jika hujan datang maka tempat itu akan kena air hujan secara merata. dan anggota komunitas akan kabur. Anggota Koala adalah mahasiswa-mahasiswa sarjana, pasca sarjana, dan doktor. Mereka melaksanakan diskusi satu kali dalam seminggu. Waktu yang dipilih untuk berdiskusi adalah malam sabtu pada pukul 19.00 wib. Kegiatan berdiskusi sudah lama dikenal namun pelaksanaan diskusi masih langka terlihat di luar kelas.  Usia Koala belum lah lama, sekitar 2 bulanan namun semangat anggota untuk hadir masih semangat.

Susunan acara di Koala
1. Pembukaan mc
2. Pembacaan kalam Ilahi
3. Puisi
4. Stand Up
5. Penyajian materi
6. Tanya jawab, tanggapan, tambahan
7. Penutupan dengan kafarotul Majlis

Susunan acara ini akan diisi oleh anggota. Penunjukan untuk menjadi MC dll dilakukan satu minggu sebelum persetanse atau diskusi dilakukan.

Pembukaan Master of Ceremony
Untuk membuka acara diskusi, mc akan membuka acara dengan lafaz Basmalah, kemudian memandu acara-acara selanjutnya hingga selesai.

Pembacaan kalam Ilahi
Seorang anggota akan membacakan ayat Alquran, ayatnya bebas mulai dari surah yang pendek hingga yang panjang.

Puisi
Seorang anggota akan membacakan puisi dengan hikmat. Puisi yang dibacakan adalah bebas, boleh karya sendiri, orang lain. Panjang Puisi tidak ditentukan

Stand Up
Seorang anggota akan memberikan stand up, inti stand up adalah memberikan rasa senang bagi anggota yang lain. Jika anggota telah merasa senang, maka materi yang disampaikan akan mudah dipahami.

Penyajian materi
Seorang anggota akan memaparkan materinya, mulai dari awal hingga akhir. Disini, anggota dilatih untuk percaya diri untuk menyampaikan materinya. Lama penyampaian materi tidak lebih dari satu jam. Materi yang menjadi bahan diskusi berdasarakan keahlian anggota Koala.

Tanya jawab, tanggapan, tambahan
Pada sesi ini, anggota akan bertanya kepada pemateri juga memberikan masukan dan tanggapan serta melengkapi materi yang telah disampaikan pemateri. 

Penutup
Semua anggota membacakan Alhamdalah dan Kafaratul Majlis

***
Snack selama diskusi tidak kekurangan beserta minumannya.

Go Koala.... 

Thanks
Bayo Regar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Logo UIN Jakarta, IAIN Padang Sidempuan dan Provinsi Sumatra Utara

Three Part of Ramadhan

First is Rahmah (God's mercy) Second is Magfirah (fogiveness) Third is Ithkum minannar(free from the hell) 10 days the beginning of ramdhan, Allah gives rahmah to human who worship him. The human should do worship as many as possible to Allah. Then, Allah will give his rahmah to you. 10 days of the middle of ramadhan is forgiveness. No body is perfect as human being. You must have mistake to yourself, your friend and even to your God. This moment is the best time to crave Allah's forgiveness. You do it as many as possible and may Allah will delete all your sin. 10 days the last of ramdhan is free from the hell. Do you want free from the hell?  of course yes, I don't want to go to the hell. If you agree with me. This moment is the best. You crave Allah about you will free from the hell in the day after. It means you will go the heaven directly without burning your sin in hell first. That's my writing for this moment thanks  Have a nice day

Cerpen Idul Adha

SUARA TAKBIRAN KU Suara Takbir telah terdengar dari Masjid-masjid sejak aku ingin mematikan lampu kamar tidurku. Aku ikut serta menyuarakan   Suara Takbiran itu menandakan bahwa besok adalah hari Raya Idul Adha yang ke 1439 H. Takbir pada malam Idul Adha dan itu Takbir pertamaku dengan menggunakan pengeras suara dan kini mataku sudah mengatuk dan lampu kamarku pun ku matikan. Pagi-pagi buta kakakku memanggil namaku dari luar kamarku “Hasan bangun” sambil mengetuk-ngetuk pintu kamarku. Kaka memanggil namaku beberapa kali hingga aku bangkit dari tempat tidurku. Lalu aku pergi ke kamar mandi serta bergegas ke Masjid untuk melaksanakan Fardhu Subuh. Selesai sholat aku ditegur oleh teman-temanku dan bertanya? “Liburan kemana hari ini Hasan?” aku jawab “ di rumah aja.” Aku tau mereka akan pergi ke tempat wisata di sekitar kota karena mereka sudah asyik merencakannya beberapa hari sebelumnya. Jam dinding rumah kami telah menunjukkan pukul 07.30. Itu menandakan sholat Idul Adha ...